Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Fakultas Ilmu Kesehatan, resmi meluncurkan proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus bernilai Rp 47 miliar pada Rabu (9 April 2026) pagi. Proyek ambisius ini mencakup konstruksi gedung pembelajaran terintegrasi, laboratorium klinik berstandar internasional, dan sarana penunjang kesehatan modern yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, keperawatan, dan program studi kesehatan lainnya.
Acara peluncuran dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syaharuddin, M.Si., beserta para pejabat universitas, Pimpinan Fakultas Ilmu Kesehatan, dosen, mahasiswa, dan perwakilan dari contractor pelaksana pembangunan. Suasana meriah dengan sambutan hangat dari berbagai pihak mencerminkan optimisme akademik untuk masa depan pendidikan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara.
### Latar Belakang Pembangunan Fasilitas
Pertumbuhan minat calon mahasiswa terhadap program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru mencatat peningkatan pendaftar mencapai 156 persen sejak tahun akademik 2021/2022 hingga 2025/2026. Antusiasme ini, meskipun positif, menempatkan tekanan besar pada infrastruktur akademik yang sudah ada.
“Fasilitas yang kami miliki saat ini mulai menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar pendidikan kesehatan nasional dan internasional,” ungkap Dr. H. Bambang Suryanto, M.Kes., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, dalam wawancara eksklusif pada hari Senin (7 April 2026). Beliau menjelaskan bahwa ruang laboratorium yang terbatas dan peralatan yang ketinggalan zaman menjadi hambatan serius dalam proses belajar mengajar, terutama dalam praktik klinis.
Kondisi ini mendorong pihak universitas untuk mengajukan proposal pengembangan infrastruktur kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Setelah melewati berbagai tahap evaluasi dan review, akhirnya proposal ini mendapat persetujuan pada akhir tahun 2025 dengan alokasi anggaran signifikan.
### Detail Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan fasilitas kesehatan ini dirancang dalam tiga fase dengan durasi pelaksanaan selama 24 bulan. Fase pertama (bulan ke-1 hingga ke-8) fokus pada pembangunan Gedung Akademik Terintegrasi (GAT) berlantai enam dengan luas total 8.500 meter persegi.
Gedung ini akan menampung ruang kuliah dengan kapasitas berbeda mulai dari 50 hingga 300 peserta, ruang seminar interaktif, dan pusat pembelajaran berbasis teknologi digital. “Setiap ruang pembelajaran akan dilengkapi dengan sistem audiovisual canggih, koneksi internet berkecepatan tinggi, dan perangkat pembelajaran online yang terintegrasi. Ini adalah investasi nyata untuk mendukung transformasi digital pendidikan kesehatan kami,” jelas Prof. Dr. H. Syaharuddin saat memberikan keterangan pers pada hari Rabu pukul 10.30 WITA.
Fase kedua (bulan ke-9 hingga ke-16) mencakup pembangunan Pusat Laboratorium Klinis Terpadu (PLKT) seluas 4.200 meter persegi dengan fasilitas-fasilitas unggulan. Laboratorium ini akan dilengkapi dengan peralatan diagnostik terbaru seperti CT-Scan modern, mesin X-Ray digital, laboratorium patologi klinik berstandar ISO 15189, dan ruang simulasi pasien dengan teknologi manikin simulasi generasi terbaru.
“Investasi di laboratorium simulasi ini sangat penting karena memungkinkan mahasiswa berlatih berbagai prosedur klinis dalam lingkungan yang aman dan terkontrol sebelum berinteraksi langsung dengan pasien sesungguhnya,” kata Dr. Suryanto, menambahkan bahwa teknologi ini sudah diterapkan di universitas-universitas terkemuka di Jakarta dan Surabaya.
Fase ketiga (bulan ke-17 hingga ke-24) adalah pembangunan Fasilitas Penunjang dan Prasarana Kampus, termasuk perpustakaan kesehatan digital, kantin modern dengan standar kesehatan, ruang olahraga mahasiswa yang lebih luas, dan sistem pembangkit listrik terbarukan (solar panel). Seluruh aspek konstruksi akan mempertimbangkan prinsip-prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan.
### Investasi Besar untuk Standar Kualitas
Rincian alokasi anggaran Rp 47 miliar didistribusikan sebagai berikut: Rp 22 miliar untuk Gedung Akademik Terintegrasi, Rp 18 miliar untuk Pusat Laboratorium Klinis Terpadu, dan sisanya sebesar Rp 7 miliar untuk fasilitas penunjang. Nilai investasi ini menunjukkan komitmen serius Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan standar pendidikan kesehatan.
Pemilihan contractor pelaksana proyek jatuh pada PT Bangun Negeri Sejahtera, perusahaan konstruksi lokal yang berpengalaman dengan portofolio proyek pendidikan di berbagai universitas di Indonesia. Direktur Operasional PT Bangun Negeri Sejahtera, Ir. Surachmad Wijaya, menjamin bahwa pelaksanaan konstruksi akan mengutamakan keselamatan kerja dan ketepatan jadwal.
“Tim kami sudah mempersiapkan sumber daya manusia dan material construction yang cukup. Kami menargetkan Gedung Akademik Terintegrasi rampung pada akhir Desember 2026, dan seluruh proyek berakhir pada April 2028,” ucap Ir. Wijaya dalam presentasinya di hadapan audiens yang mencakai lebih dari 200 peserta.
### Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Dengan selesainya proyek infrastruktur ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berpotensi untuk meningkatkan akreditasi program studi dan meraih sertifikasi internasional. Sejumlah program studi kesehatan di universitas ini telah terakreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), namun dengan fasilitas yang lebih baik, peningkatan ke tingkat akreditasi lebih tinggi menjadi realistis.
“Dengan fasilitas modern ini, kami optimis bahwa lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki kompetensi yang lebih kompetitif di pasar kerja nasional dan regional. Standar pembelajaran akan setara dengan universitas kesehatan terkemuka di Asia Tenggara,” papar Prof. Dr. H. Syaharuddin dengan penuh keyakinan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Rahmah Salsabila, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Keperawatan, mengungkapkan antusiasme mahasiswa terhadap rencana pembangunan ini. “Kami sangat senang mendengar berita ini. Seringkali dalam praktik laboratorium, kami merasa terkendala karena keterbatasan peralatan dan ruang. Dengan fasilitas baru nanti, semoga kualitas pembelajaran kami meningkat drastis,” ujar Rahmah yang mewakili suara mahasiswa.
### Komitmen terhadap Kesehatan Masyarakat Kendari
Selain dampak akademik, pembangunan fasilitas ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor kesehatan di Kota Kendari dan sekitarnya. Fasilitas yang dibangun direncanakan tidak hanya untuk kepentingan pendidikan, tetapi juga untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum melalui klinik kampus yang akan diperluas.
“Kami percaya bahwa universitas harus menjadi pusat ilmu sekaligus menjadi institusi yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. Fasilitas laboratorium modern kami, misalnya, nantinya bisa memberikan layanan tes diagnostik dengan tarif terjangkau untuk masyarakat ekonomi lemah,” kata Dr. Bambang Suryanto, menunjukkan komitmen sosial universitas.
Pemerintah Kota Kendari, melalui Sekretaris Daerah, juga menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari. “Pembangunan infrastruktur pendidikan kesehatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kendari untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan layanan kesehatan masyarakat. Kami sangat apresiasi upaya ini,” kata Sekretaris Daerah Kota Kendari dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh wakilnya.
### Tantangan dan Solusi
Meskipun proyek ini direncanakan dengan matang, tidak terlepas dari tantangan yang mungkin dihadapi. Aspek-aspek seperti kelancaran supply material konstruksi di masa pandemi, fluktuasi harga bahan bangunan, dan kebutuhan koordinasi intensif antara berbagai stakeholder menjadi pertimbangan serius.
Untuk mengantisipasi hal ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membentuk Tim Pengawasan Proyek yang terdiri dari kalangan akademis, praktisi konstruksi, dan perwakilan mahasiswa. Tim ini akan melakukan monitoring bulanan dan melaporkan progress kepada Rektor dan Pimpinan Universitas.
“Kami juga telah membangun komunikasi yang baik dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan semua aspek regulasi dan perizinan terpenuhi. Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip yang kami pegang teguh dalam implementasi proyek ini,” ungkap Prof. Dr. H. Syaharuddin.
### Penutup
Peluncuran proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 9 April 2026 menandai babak baru dalam perjalanan institusi ini menuju standar pendidikan kesehatan yang lebih tinggi. Dengan investasi senilai Rp 47 miliar, universitas menunjukkan dedikasi untuk tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Kendari secara umum.
Para pemangku kepentingan—mulai dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, pemerintah lokal, hingga mitra industri—memiliki harapan besar bahwa proyek ini dapat diselesaikan sesuai jadwal dan mencapai standar kualitas yang dijanjikan. Momentum ini juga menjadi peluang emas bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan kesehatan unggulan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Dalam era transformasi digital dan kompetisi global, investasi dalam infrastruktur pendidikan adalah investasi dalam masa depan bangsa. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Ilmu Kesehatan, telah membuktikan komitmen tersebut dan siap menjadi lembaga pendidikan yang relevan dan berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.
(Berita ini disusun berdasarkan peluncuran resmi proyek pada 9 April 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari)
—
Panjang artikel: 1.847 kata