KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar acara Forum Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dan Mahasiswa pada Sabtu, 19 April 2026 lalu. Kegiatan yang berlangsung di Aula Blok D Kampus Pusat UNISMUH Kendari ini menghadirkan berbagai narasumber profesional di bidang kesehatan reproduksi, gizi, dan kesejahteraan mental mahasiswa.
Acara yang merupakan bagian dari program kerja BEM tahun 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan, termasuk mahasiswa dari Prodi Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi. Selain itu, hadir pula mahasiswa dari fakultas lain yang tertarik untuk memperdalam wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia muda.
“Kami memilih tema kesehatan reproduksi karena masalah ini sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa di era modern ini. Banyak dari mereka yang masih memiliki pemahaman terbatas tentang kesehatan reproduksi, padahal pengetahuan ini sangat penting untuk menjalani hidup yang sehat dan berkualitas,” ujar Amelia Putri Sanda, Ketua Umum BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UNISMUH Kendari dalam sambutan pembukaan acara.
Amelia menambahkan bahwa forum ini merupakan wujud komitmen BEM dalam menjalankan fungsinya sebagai organisasi perwakilan mahasiswa yang tidak hanya fokus pada kegiatan kemahasiswaan biasa, tetapi juga memberikan edukasi bermanfaat bagi pengembangan diri. “Kami percaya bahwa mahasiswa yang sehat, baik secara fisik maupun mental, akan lebih produktif dalam menjalani proses pembelajaran dan meraih prestasi akademik yang maksimal,” tambahnya.
Pembicara utama dalam forum ini adalah Dr. Siti Nurhaliza, M.Kes., seorang dosen senior dari Prodi Kebidanan UNISMUH Kendari yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam bidang kesehatan reproduksi wanita. Dalam paparannya yang berjudul “Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Pencegahan Penyakit Menular Seksual,” Dr. Siti menjelaskan berbagai aspek kesehatan reproduksi yang harus dipahami oleh mahasiswa.
“Kesadaran tentang kesehatan reproduksi harus dimulai dari pendidikan yang komprehensif dan akurat. Sayangnya, masih banyak mitos dan informasi keliru yang beredar di masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk memberikan edukasi yang tepat berdasarkan bukti ilmiah,” jelaskan Dr. Siti Nurhaliza ketika diwawancarai usai acara.
Pembicara kedua adalah Ir. Muhammad Fajar Hidayat, M.Sc., seorang ahli gizi klinis dari Prodi Gizi UNISMUH Kendari. Beliau membahas topik “Nutrisi Optimal untuk Kesehatan Reproduksi Remaja dan Mahasiswa” dengan fokus pada pentingnya asupan nutrisi yang tepat untuk menjaga keseimbangan hormonal dan kesehatan sistem reproduksi. “Banyak mahasiswa yang mengabaikan asupan gizi mereka karena kesibukan akademik. Padahal, nutrisi yang baik adalah fondasi dari kesehatan reproduksi yang optimal,” ujar Ir. Muhammad Fajar dalam presentasinya.
Peserta forum juga dihadirkan dengan narasumber ketiga, yaitu Rini Septiana, S.Psi., M.Psi., seorang psikolog klinis yang bekerja di Pusat Layanan Kesehatan Mental Universitas Muhammadiyah Kendari. Rini membahas topik yang tidak kalah penting, yaitu “Kesehatan Mental dan Dampaknya terhadap Fungsi Reproduksi Mahasiswa.” Dalam sesinya, Rini menekankan bahwa stres, kecemasan, dan depresi dapat berdampak signifikan pada kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi bagi perempuan.
“Mahasiswa sering mengalami tekanan akademik dan sosial yang cukup berat. Kondisi ini dapat memicu stres yang berkepanjangan dan berdampak pada kesehatan reproduksi mereka. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengenali gejala stres dan mencari bantuan profesional jika diperlukan,” kata Rini Septiana dalam wawancara eksklusif dengan redaksi.
Kegiatan forum tidak hanya menyajikan materi edukatif dalam bentuk presentasi, tetapi juga disertai dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada para narasumber. Animo dari peserta sangat tinggi, dengan puluhan mahasiswa mengangkat tangan untuk bertanya tentang berbagai aspek kesehatan reproduksi yang mereka ingin ketahui lebih detail.
Salah satu peserta, Nurul Asyifah dari Prodi Keperawatan semester V, mengungkapkan kesan positifnya tentang kegiatan ini. “Saya sangat terbantu dengan penjelasan para narasumber. Banyak hal baru yang saya pelajari hari ini, terutama tentang hubungan antara stres dan kesehatan reproduksi. Semoga BEM dapat terus mengadakan kegiatan edukasi seperti ini,” ujar Nurul dengan antusias.
Kepala Fakultas Ilmu Kesehatan UNISMUH Kendari, Prof. Dr. H. Andi Mardjan, M.Kes., merespons positif inisiatif yang diambil oleh BEM ini. Beliau hadir dalam acara penutupan forum untuk memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan peserta. “Saya sangat bangga melihat mahasiswa kami menunjukkan inisiatif yang tinggi dalam mengadakan kegiatan edukasi seperti ini. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan holistik,” kata Prof. Andi Mardjan.
Prof. Andi Mardjan juga menyampaikan komitmen pihak fakultas untuk mendukung kegiatan-kegiatan serupa di masa depan. “Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada BEM dan organisasi mahasiswa lainnya dalam mengadakan kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan diri mahasiswa. Kesehatan reproduksi adalah bagian penting dari kesehatan menyeluruh, dan kami ingin memastikan bahwa semua mahasiswa kami memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal ini,” tambahnya.
Selain materi edukatif, forum ini juga menyediakan booth informasi dari berbagai organisasi kesehatan. Mahasiswa dapat mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan konsultasi kesehatan reproduksi yang tersedia di kampus, serta berbagai sumber daya yang dapat membantu mereka. Booth ini menjadi tempat berinteraksi yang ramai sepanjang acara berlangsung.
Dari aspek organisasi, kegiatan ini juga menunjukkan peningkatan kapasitas BEM Fakultas Ilmu Kesehatan dalam mengelola acara berskala besar. Panitia yang terdiri dari kurang lebih 30 mahasiswa berhasil mengeksekusi acara dengan baik, mulai dari persiapan venue, koordinasi narasumber, hingga pengelolaan peserta. “Ini adalah salah satu acara terbesar yang kami selenggarakan tahun ini. Prosesnya cukup challenging, tetapi tim kami solid dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi peserta,” kata Riadi Pratama, Wakil Ketua Umum BEM yang juga menangani koordinasi teknis acara.
Dampak dari forum ini diharapkan akan terus terasa bagi komunitas kampus, khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan. Para pembicara menyatakan kesediaan mereka untuk terus melakukan edukasi serupa melalui berbagai platform, baik dalam bentuk workshop, seminar, maupun konsultasi individual. “Edukasi kesehatan reproduksi adalah investasi untuk generasi muda yang lebih sehat. Saya berharap forum ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran di antara mahasiswa,” ujar Dr. Siti Nurhaliza.
Memasuki akhir acara, BEM juga mengumumkan rencana kegiatan berikutnya, yaitu penyelenggaraan “Bulan Kesehatan Reproduksi” yang akan berlangsung selama bulan Mei 2026. Dalam serangkaian kegiatan tersebut, akan ada berbagai workshop, screening kesehatan gratis, dan konsultasi dengan profesional medis. “Kami ingin membuat momentum kesehatan reproduksi ini berkelanjutan, bukan hanya sekedar acara satu kali. Oleh karena itu, kami merancang serangkaian kegiatan yang akan melibatkan lebih banyak mahasiswa dan komunitas,” jelaskan Amelia Putri Sanda.
Penutupan forum dilakukan dengan pemberian sertifikat partisipasi kepada semua peserta dan penghargaan kepada para narasumber. Antusiasme peserta yang tinggi terkonfirmasi dari tingkat kehadiran yang melebihi target awal, serta banyak feedback positif yang diterima panitia melalui form evaluasi peserta.
Kegiatan Forum Edukasi Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UNISMUH Kendari ini merupakan bukti nyata bahwa organisasi mahasiswa masih memiliki peran signifikan dalam mendukung pengembangan holistik mahasiswa. Lebih dari sekadar organisasi sosial, BEM menunjukkan fungsinya sebagai fasilitator edukasi yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan dan kesejahteraan komunitas kampus.
Dengan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa dan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, diharapkan kegiatan-kegiatan edukatif sejenis akan terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang, menciptakan budaya sehat dan sadar kesehatan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari.